Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Desember 11, 2011

Literatur Limnologi Parameter Biologi Dan Fisika


Parameter Biologi
Plankton adalah mikroorganisme yang ditemui hidup melayang di perairan,mempunyai gerak sedikit sehingga mudah terbawa arus, artinya biota ini tidak dapat melawan arus. Mikroorganisme ini baik dari segi jumlah dan jenisnya sangat banyak dan sangat beranekaragam serta sangat padat. Selanjutnya diketahui bahwa plankton merupakan salah satu komponen utama dalam sistem mata rantai makanan (food chain) dan jaringan makanan (food web). Mereka menjadi pakan bagi sejumlah konsumen dalam sistem rantai makanan dan jaring makanan tersebut (Ferianti, 2007).
Berdasarkan habitatnya plankton ditemui hidup di perairan, baik di sungai, danau, waduk, maupun di perairan payau dan laut. Plankton ini ada yang bergerak aktif sendiri seperti hewan yang disebut dengan zooplankton (plankton hewan), dan ada juga plankton yang dapat berfotosintesis seperti tumbuhan di darat, kelompok ini disebut dengan fitoplankton (plankton nabati) (Ferianti,  2007).
Ukuran plankton sangat beraneka ragam dari yang terkecil yang disebut ultraplankton ukurannya < 0.005 mm atau 5 mikron, seperti bakteri dan diatom kecil, sampai nanoplankton yang berukuran 60-70 mikron. Nanoplankton terlalu kecil untuk dikumpulkan dengan jaring plankton biasa dan hanya dapat dikumpulkan dengan cara mengambil jumlah besar air laut (Kasijan dkk,2004).
Plankton umumnya berukuran sangat kecil dan jumlahnya banyak, oleh karena itu pengambilan sample plankton harus dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat menyaring air sedemikian rupa sehingga plankton yang tersaring cukup jumlahnya untuk dianalisis.Untuk keperluan ini alat khusus yang biasa digunakan adalah jaring plankton atau plankton net. Setiap mata jaring yang digunakan ukurannya (mesh-size) harus berbeda, tergantung dari plankton yang akan dikumpulkan, apakah itu fitoplankton atau zooplankton. Jika yang diinginkan fitoplankton,maka ukuran mata jaring harus kecil, sedemikian sebaliknya untuk zooplankton. Sample plankton yang didapat dapat diawetkan dengan menggunakan formalin dan disimpan didalam suhu yang rendah (Kasijan dkk, 2004).
 Fitoplankton adalah mikroorganisme nabati yang hidup melayang di dalam air, relatif tidak memiliki daya gerak sehingga keberadaanya dipengaruhi oleh gerakan air, serta mampu berfotosintesis. Kemampuan fitoplankton melakukan fotosintesis karena sel tubuhnya mengandung klorofil. Klorofil berfungsi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organic dengan bantuan sinar matahari. Zat anorganik yang dihasilkan dipergunakan untuk kebutuhan dirinya sendiri dan untuk kebutuhan organisme air lainnya (Kasijan dkk, 2004).
 Salah satu sifat khas fitoplankton adalah dapat berkembang secara berlipat ganda dalam jangka waktu yang relatif singkat, tumbuh dengan kerapatan tinggi, melimpah dan terhampar luas. Kelimpahan fitoplankton yang terkandung didalam air laut akan menentukan kesuburan suatu perairan. Oleh karena itu, fitoplankton dapat digunakan sebagai jenis bio-indikator dari kondisi lingkungan perairan (Juwana, 2004).
Zooplankton yang hidup di laut sangat beraneka ragam, yang terdiri atas berbagai bentuk larva dan bentuk dewasa yang dimiliki hampir seluruh filum hewan. Namun yang paling menonjol adalah Crustacea planktonik. Apabila ditinjau dari aspek ekologis, anggota crustacean yang paling penting adalah copepoda (Juwana, 2004).   
Teknik pengambilan sampel plankton dilakukan secara pasif, tidak bergerak dimana pengambilan air sample dilakukan dengan menimba dan menuangkan air sample ke plankton net, yang kemudian sample diambil sesuai dengan volume yang diinginkan.
   Menurut (Juwana, 2004) teknik  pengambilan sampel plankton yang dilakukan secara pasif adalah dengan menggunakan jaring plankton. Cara ini paling banyak digunakan sampai sekarang. Banyak jenis jaring plankton yang digunakan tapi bentuk dasarnya sama, berupa kerucut terdiri dari tiga bagian utama yaitu:
·      Gelang logam berbagai ukuran garis tengah
·      Jaring terbuat dari kain nilon dengan ukuran mata jaring beragam sesuai peruntukkannya dan berbentuk kerucut, bagian dasarnya disambung dengan kain kanvas dan dilingkarkan pada gelang logam yang menjadi mulut jaring
·      Dan bagian ujungnya disambungkan pada kantung atau tabung pengumpul plankton. Tali penarik jaring diikatkan ke ketiga ”telinga” pada gelang logam.

        Parameter Fisika
Kecerahan   
 Keberadaan plankton dalam suatu badan periran dipengaruhi oleh faktor fisika,kimia,dan biologi perairan tersebut (Odum,1071). Perkembangan fitoplankton sangat ditentukan oleh intensitas sinar matahari, temperatur,unsur hara, dan tipe komunitas fitoplankton (Rosen, 2003).
          Kecerahan sangat mempengaruhi keberadaan plankton, karena sinar matahari yang masuk dibutuhkan oleh fitoplankton untuk berfotosintesis dan hasilnya dapat digunakan sendiri dan berguna bagi zooplankton. Kecerahan menanadai kuantitas dari kekeruhan, sehingga interaksi antara kekeruhan dengan kedalaman akan mempengaruhi penetrasi cahaya matahari sehingga produktivitas palnkton akan menurun (Rosen, 2003).
Kedalaman
 Produktivitas perairan yang tinggi hanya terjadi pada lapisan perairan bagian atas, dimana terdapat cukup sinar matahari untuk proses sintesis dan produktivitas akan semakin menurun dengan semakin dalamnya perairan, karena intensitas cahaya matahari di lapisan tersebut berkurang (Ramdani, 2006).
            Kedalam sangat berpengaruh apakah masih ada fitopankton atau tidak, karena fitoplankton sangat membutuhkan sinar matahari untuk berfotosintesis dan menghasilkan bahan-bahan organik yang nantinya akan digunakan oleh zooplankton dan dirinya sendiri. 
Suhu
Suhu sangat mempengaruhi kondisi lingkungan penelitian, karena akan mempengaruhi dalam pendataan, suhu yaing baik berkisar 25˚C - 32˚C yaitu suhu daerah tropik. Plankton hidup dipermukaan perairan yang masih memungkinkan cahaya matahari dapat masuk dan membuat suhu udara dan suhu air menjadi hangat (Rosen, 2002).
 Salinitas
            Faktor salinitas dalam perairan sangat berpengaruh terhadap kehidupan plankton air laut karena salinitas merupakan salah satu parameter lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap kelimpahan fitoplankton di perairan air laut. Hal ini disebabkan oleh adanya daya toleransi yang berbeda antar spesies untuk hidup dan tumbuh dalam kisaran salinitas yang berbeda. Perairan di pesisir atau laut memiliki salinits yang cukup tinggi yang membuat banyak plankton hidup disana. Salinitas sangat berpengaruh terhadap habitat hidup plankton (Juwana, 2004)


Kecepatan Arus
          Plankton adalah mikroorganisme yang hidupnya melayang di perairan. Plankton sangat bergatung dengan arus air untuk bergerak. Arus memiliki peranan penting dalam sebaran holoplankton dan meroplankton. Arus biasa yang arahnya tetap dapat membawa larva plankton ke satu arah, dan arus bermanfaat menyebarkan larva atau plankton lainnya ke berbagai arah dari sumbernya (Juwana, 2004). 


                                               Daftar Pustaka
Ferianti Fachrul,M. 2007. Metode Sampling Bioekologi.Jakarta : Bumi Aksara.

Juwana.2007.Perkembangan Komunitas Fitoplankton sebagai indikator Perubahan Tingkat kesuburan Kualitas Perairan. Bogor : IPB.

Kasijan. dkk. 2004. Biologi laut. Suatu Pendekatan Ekologis. Gramedia :          Jakarta.

Maheswara, Alif. 2004. Meroplankton Laut . Jakarta : Djambatan.

         
Ramdani, W. 2006. Taksonomi avertebrata. U-I press.Jakarta.

Rosen. 2003. Biological Indicator of Freshwater. London : Elsevier.



 

Minggu, Desember 11, 2011

Inazuma Eleven

Ceritanya yaitu tentang klub sepakbola SMP Raimon yang dikapteni oleh seorang kiper cucu kiper terhebat Jepang Mamoru DaisukeMamoru Endō. Dia sangat menyukai sepakbola,namun sayangnya teman2nya tidak terlalu bersemangat dalam berlatih, maka dari itu terkadang dia berlatih sendiri dan juga mengajari anak2 SD. Ditambah lagi jumlah anggota klub yang hanya 7 orang.


Esoknya, pemuda tersebut malah menjadi teman baru Mamoru. Pemuda yang bernamaShūya Goenji itu mulai diajak Mamoru untuk masuk klub sepakbola, namun dia bersikeras tidak mau.
Saat istirahat, Mamoru dipanggil oleh kepala sekolah dalam rangka undangan pertandingan sepakbola melawan smp Teikoku yang merupakan tim terkuat di kota tersebut. Mamoru pun kaget karena ia harus mulai gencar mencari pemain baru di SMP Raimon. Akhirnya setelah melihat kesungguhan kapten mereka, anggota klubnya mulai bersemangat berlatih.

Saat hari H, tim Teikoku pun datang dan melakukan pemanasan yang membuat beberapa pemain SMP Raimon ketakutan, bahkan, salah seorang pemain bertubuh besar kabur dan kembali setelah ditenangkan oleh Mamoru
Permainan pun mulai. Pada awalnya ,tim lawan terlihat mengalah. Kemudian sang kapten memulai strategi dengan tendangan supernya.
Tim Mamoru pun kewalahan, sampai kebobolan 20 angka!!.seorang pemain pun ketakutan dan kabur meninggalkan lapangan, melihat itu Goenji pun terpaksa untuk membantu Mamoru dengan menjadi pemain forward dan mengenakan kaos tadi.
Bersamaan dengan masuknya Goenji, semua pemain yang tumbang kembali bersemangat. Bersamaan dengan majunya Mamoru, kekuatan baru Mamorumuncul!,dan Goenji pun berhasil mencetak 1 angka!!!
Setelah itu tim lawan langsung menyatakan kalah. Karena kapten mereka sudah cukup puas melihat aksi Goenji yang baru saja pindah ke SMP Raimon. apa hubungan antara mereka? apa masa lalu Goenji yang membuatnya berhenti bermain bola? bagaimanakah Mamoru melanjutkan perjuangannya menghadapi tim2 lain?saksikan sajaINAZUMA ELEVEN!!( kalau udah download filmnya atau lewat channel tv saluran jepang,yah!)

Followers

Mengenai Saya

Foto saya
Pekanbaru, Riau, Indonesia
Template By : Tutorial blog dan belajar SEO blogger and Modifikasi By : © 2011 HTC